Dengan berpakaian lusuh warna merah bergambarkan salah satu partai besar di negeri ini, bercelana pendek dan topi yang sedikit bolong dia memakan sepiring nasi uduk dengan lahapnya. Setelah selesai memakan nasi uduk itu dia kembali ke “kendaraan” yang jadi sandaran hidupnya, sebuah becak, dia duduk bersandar dibangku becaknya sambil menunggu penumpang datang menggunakan jasa becaknya.

Gw yang sedari tadi makan di depan beliau seakan tertegun begitu melihat bapak itu kembali ke bangku becak kesayangannya itu.

Banyak hal yang terlintas di pikiran gw ketika melihat bapak itu kembali ke becaknya dan makan dengan lahapnya didepan gw, entah apa yang ada dipikiran bapak itu mungkin ga akan bisa gw tebak.

Tapi gw jadi berpikir tentang makna bersyukur dalam hidup kita.

Gw jadi membayangkan bagaimana kehidupan tukang becak itu bersama keluarganya, bagaimana keluarganya makan, bagaimana anak-anaknya bersekolah, apakah cukup jika dia hanya seorang tukang becak, berapa penghasilannya sehari-hari, jujur saja aq tidak yakin itu semua akan cukup buat dia dan keluarganya, ku yakin dia pasti akan memutar otaknya dengan sangat keras membagi penghasilannya itu untuk bertahan hidup sehari-hari, untuk makan saja mungkin pas-pasan.

DAMNED!!!, ternyata gw ga bisa apa-apa buat bantu bapak itu. Saat ini jujur saja mungkin gw bukan orang yang selalu bersyukur, gw akan ngeluh jika dapet kerjaan yang terlalu berat, gw akan ngeluh kalo ternyata di dompet gw sisa selembar uang dan di ATM pun tidak tersisa, gw akan mengeluh ketika gw ga bisa ngerokok, gw akan ngeluh jika gw belum bisa mendapatkan apa yang gw pengenin. Betapa bodohnya gw jika dibandingkan dengan bapak tukang becak itu. Betapa tegarnya dia menghadapi beratnya hidup sedangkan gw kadang terlalu banyak mengeluh. Padahal hidup gw saat ini sangat jauh lebih baik dari bapak itu mungkin dalam segala hal. Ga pantes banget gw kalo sering ngeluh, cetek banget mental gw.

Walau cuma bentar “ketemu” sama bapak itu dan tak ada percakapan diantara kami tapi pesan yang sudah dia sampaikan sudah sangat jelas terpampang didepan mata gw sendiri.

Hargai, pelihara, dan jaga, hal-hal yang ada dalam hidup kita, dimulai dengan rasa syukur. Dengan rasa syukur yang tulus kita menghargai apa yang telah kita miliki yang selanjutnya akan mendorong kita secara mental, spiritual, dan fisik untuk mencapai apa saja yang menjadi tujuan besar kita.

Bagaimana mungkin kita mendapatkan hal-hal yang lebih besar bila kita tidak bersyukur atas yang kita telah miliki sekarang? Toh semuanya, hanya bisa dimulai dengan apa yang telah kita miliki sekarang.

Yang tidak biasa adalah bersyukur untuk semua hal. Juga untuk hal yang tampaknya negatif atau tidak menyenangkan. Karena kegagalan, karena makanan yang tidak enak, karena harus bekerja, karena harapan yang tidak terwujud, karena dikhianati, karena disepelekan, karena ga punya banyak uang atau karena apapun itu.

Awali hari kita dengan mensyukuri hari yang akan kita lewati, pekerjaan yang akan kita lakukan. Perjumpaan dengan orang-orang yang ada disekitar kita. Percaya deh, ketika kita mengubah pola dalam bersyukur. Hidup kita sudah dan sedang berubah. Buktikan saja sendiri selama proses hidup kita.

Tulisan ini terinspirasi dari “makan bersama” dengan tukang becak, di perempatan lampu merah ciledug sebelum aq kembali ke eknas. Banyak hal positif yang kita bisa dapatkan dari hal-hal di sekeliling kita yang mungkin sepele namun memberi dampak yang luar biasa bagi kita semua.

Terima kasih pak atas inspirasi luar biasanya.

Tegal Parang, 30 September 2009, 00.36 Wib

About these ads