Pagi dingin seperti biasa kembali menusuk-nusuk tulang, huh rasanya ingin kembali lagi lagi ke tempat tidur hehe.. tapi sudah lah cukup tidurnya untuk hari ini yah walaupun ga begitu nyenyak tapi cukup lah untuk melepaskan rasa lelah kemarin.

Seperti kebiasaan ku setiap pagi sehabis bangun tidur, saya selalu minum air putih dan buat teh hangat, lalu yah seperti biasa tangan saya bergerak untuk membuka laptop dan menghidupkannya, sambil tak lupa menghidupkan “winamp” dengerin lagu-lagu patah hati (mellow banget deh haha..).

Yah sambil di temenin sama lagu-lagu itu aku coba menuangkan kembali apa yang ada di hati dan pikiranku saat ini, yah biar semuanya terdokumentasi dengan baik hehe..

Malam tadi saya baru saja terima email dari dia, yah agak sedikit maksa sih saya nyuruh dia buru-buru ngirim email, padahal dia lagi ga ada pulsa, yah saking penasaraannya saya akhirnya saya beliin deh dia pulsa hehe..

Dan akhirnya email yang saya tunggu-tunggu itu nyampe juga deg-degan sih bacanya, walaupun sebenarnya dalam hati saya sudah bisa menduga apa isi email itu, tapi untuk lebih meyakinkan diri ini yah tetap saja saya baca benar-benar tiap-tiap kata di email itu hingga kata-kata terakhir.

Hmm.. akhirnya sudah 2 kali saya membaca email dari dia, yah inti sebenarnya sih tepat seperti dugaan saya, walaupun seperti dugaan saya tetap saja membuat itu membuat saya agak sedikit syok, padahal sih sebelum terima email itu pun saya sudah menyiapkan mental buat bacanya tapi tetep aja pas baca ternyata saya masih ga bisa menyembunyiakn perasaan syok itu (weleh-weleh…).

Akhirnya setelah baca email dia, saya beranikan diri untuk sms dia juga, setelah beberapa kali sms dan tanpa saya sadari ada sms saya yang nampaknya membuat dia entah kecewa, entah marah tapi dari kata-kata di smsnya saya bisa mengerti itu.

Yah maapin deh kalo emang ternyata ada sms saya yang buat dia jadi malah kaya gitu.

Oiya ngomong-ngomong apa isi dari email dia, pada intinya sih dia tak pernah bisa mencintai saya karena dia sudah punya cinta yang lain dan katanya dia juga mencoba mencintai saya dan namun karena ada sikap saya yang dia tidak suka membuat dia ga bisa mencintai saya (sampai saat saya menulis ini pun saya masih ga tau sikap yang mana, mungkin saya emang ga peka ya, entah lah..).

Cinta dan mencintai mungkin adalah kata-kata absurd yang memang sulit untuk di gambarkan, yah walaupun saya bisa nerima apa yang dia tulis di emailnya, saya bisa ngerti, saya tidak benci dan marah dengan semua isi hatinya yang hanya dia kasih tahu ke saya.

Kadang cinta itu tak bisa dipaksakan
Tapi bukan berarti cinta bisa dipaksa untuk dilupakan
Karena cinta itu datang di saat yang takkan pernah kita ketahui
Bahkan kadang muncul di hati yang tak kita inginkan

Dan cinta membuat orang tak dapat berakal sehat
Membuat seseorang tak menjadi dirinya
Cinta itu sulit untuk diungkapkan
Ketika kita merasakannya

Kita memang tak dapat melihat atau menggenggam cinta
Tapi kita tahu saat itu cinta ada dalam genggaman kita
Dan mata hati kita dapat melihat cinta itu…

Yah seperti puisi di atas cinta memang tidak bisa di paksakan, dan dia memang benar tak ada yang salah dari isi email dia, dan sekarang adalah bagaimana saya bisa lebih memahami apa itu makna cinta dan mencintai, yah mudah-mudahan dalam perjalanan hidup ini semua makna itu akan lebih jelas lagi buat saya yang memang ternyata ga bisa membuat orang yang saya cintai, merasakan cinta saya dan membuatnya bahagia.

Saya akui, rasa ini memang menyakitkan. Tapi tak apa. Sebab rasa sakit adalah resiko yang harus dihadapi oleh saya. Bukan dia yang salah, tetapi aku. Tak seharusnya kugantungkan angan setinggi langit. Bahkan sebatas atap pun tak pantas.

Sudahlah, percuma berkeluh kesah. Yang pasti, biarkan saya menikmati rasa sakit ini. Sebab memang itu yang harus saya dapatkan.

Semuanya harus terus berjalan dan berjalan.