By :
Padi – Menjadi Bijak

Betapa ini sangat berarti
Membagi gelisah dengan dirimu kawan

Kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur

Ada benarnya ucapan katamu
Memang hidup itu harus begini adanya

Kau kepakkan .. kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur

Terukir ..
Lebih baik hidupku.

==========================

===============================

Yah memang tulisan ini terinspirasi dan keluar begitu saja setelah mendengarkan lagu padi itu.

Bijak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (referensi andalan hahaha..) adalah selalu menggunakan akal budinya, pandai, mahir, pandai bercakap-cakap.

Bijak, ya sebuah kata yang sering kali dengar biasanya terkait dengan kemimpinan, kepeloporan, keteladanan, atau tingkat umur yang cukup dewasa dan lain sebagainya. Banyak orang yang beranggapan kalau ingin menjadi bijak itu harus lah menjadi tua dahulu, nah setelah banyak makan asam garamnya kehidupan baru lah dia akan bisa menjadi bijak. Ya ada benar ada tidaknya juga sih hehe… tapi menjadi bijak tidak lah harus menjadi tua, saat ini pun kita bisa belajar untuk hal itu.

Belajar menjadi bijak menurut saya bukan lah sesuatu yang mudah seperti membalik sebuah tangan misalnya. menjadi bijak tidaklah butuh pangkat atau jabatan sebagai pemimpin. Banyak orang bijak yang sering ditemui justru adalah orang-orang yang bukanlah siapa-siapa. Tapi seringkali dari mereka lahir kata-kata dan juga perbuatan penuh hikmah. Kata-kata dan perbuatan yang mampu memberikan semangat dan motivasi bagi orang-orang disekitarnya.

Yah buatku menjadi bijak adalah dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya ketika kita membantu orang lain untuk menemukan diri mereka, membantu orang lain untuk menjadi lebih baik, membantu orang lain mengembangkan dirinya, apa yang kita pikirkan adalah kebaikan, ada cinta, ada kasih sayang, tidak ada dendam, tidak ada benci, menjadi bijak adalah tidak memvonis orang lain, biarkan orang lain menjadi diri mereka sendiri, Galileo pernah berkata kita tidak pernah bisa mengajari orang lain apapun, kita hanya bisa mengajari mereka menemukan diri mereka sendiri” bahkan seorang bijak yang lain mengatakan ” satu-satunya hal yang saya ketahui adalah saya tidak tahu apa – apa”, lalu bagaimana dengan kita, menemukan diri sendiri, berdamai dengan diri sendiri dan melihat perbedaan sebagai sebuah pelangi yang akan menambah warna-warni dunia adalah sebuah keindahan yang akan membuat hidup kita lebih bermakna.

Selain hal itu juga membaca buku-buku yang banyak sekarang ini merupakan replika dari kehidupan nyata, akan kita temui banyak hal yang relevan untuk kita jadikan contoh dan kita jadikan inspirasi dalam perjalanan hidup kita sendiri. Menjadi bijak dengan apa yang kita dengar, apa yang kita lihat, apa yang kita lakukan dan apa yang kita baca bukanlah sesuatu yang sulit, asalkan kita bersedia untuk membuka diri terhadap pemikiran-pemikiran dan pemahaman-pemahaman yang baru. Ya kita akan tahu, bahwa kita tidak sendirian, seseorang bersama kita. Mereka pernah mengalami apa yang belum dan akan kita alami, dan mereka berhasil melaluinya. Jadi, tidak ada alasan untuk kita tidak bisa.

Yah orang yang bijak menurut pikiran saya adalah orang yang bisa membangkitakan semangat, menerangi sesuatu yang gelap, ingin membaut diri sendiri dan orang-orang disekelilingnya maju, semangat orang yang bijak adalah semangat untuk maju tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi orang lain disekitarnya. Dan juga menjadi bijak adalah pribadi yang tidak emosional, tidak egois, penuh kasih sayang, cinta akan nasihat dan memiliki semangat terus menerus untuk membangun dirinya dan paling tidak orang-orang disekitarnya, dia tidak akan peduli walaupun dibalik kebangkitan yang ada dia mungkin akan tenggelam, tidak peduli akan popularitas dan tidak peduli dengan adanya pujian manusia karena kuncinya adalah ketulusan dan tidak mengharapkan apapun dari yang telah di lakukan, tidak akan bisa bijak jika kita mengharapkan sesuatu dari apa yang kita lakukan. Kita hanya akan menikmati sikap bijak jika kita bisa memberikan sesuatu dari diri kita yang berguna buat orang lain, bukannya mengharapkan sesuatu dari yang kita kerjakan.

Yah semuanya tidak akan cukup dengan tulisan saja namun harus kita praktekan walau itu tidak mudah. Mengenali kekurangan, kelebihan diri kita, dan juga kelebihan dan kekurangan orang lain akan membuat hidup kita lebih bermanfaat dan bermakna. amiin..

Semoga bermanfaat..

DF
Banjarbaru, 11 September 2009, 15.49 wita