Menyampaikan Pesan Melalui Tulisan

Ide ini sih sebenernya udah lama mau ditulis cuma baru dikonkretin sekarang berhubung ada yang nyindir hehe..

Ya memang ada banyak pertanyaan yang perlu dipikirkan juga sih ketika kita menulis sesuatu dalam sebuah tulisan, pasti banyak maksud yang terkandung didalamnya. Apakah karena si penulis ga bisa ngomong atau karena ada hal-hal lain yang susah dijelasin hehe.., Konon, menulis merupakan pertanda orang yang mencoba beradab. Koq bisa karena dari yang saya baca peradaban terlahir dari ketulusan hati dalam menuangkan gagasanya melelui tarian pena. Tanpa itu semua niscaya kebudayaan akan tetap bertahan hingga di kenang orang.

Banyak yang bilang orang yang “rajin’ menulis adalah orang yang sulit berkata-kata, ataupun sulit untuk berkomunikasi langsung sehingga mudahnya dia akan menuangkan apa yang ada didalam pikiran dan hatinya melalui sebuah tulisan, hhmmmm..ada benarnya juga sih, tapi itu juga kadang tergantung dengan situasi dan konteks tulisan dia juga, misalnya seorang aktivis dituntut bukan hanya pandai menulis sebagai bagian dari komunikasi verbalnya tapi juga harus mampu untuk menggunakan komunikasi non-verbalnya untuk mempengaruhi “massa”, misalnya, tapi dilain hal mungkin dia tidak bisa melakukan itu secara seimbang, contohnya mungkin ketika dia mengungkapkan perasaannya kepada lawan jenis akan sangat sulit dia ungkapkan dengan kata-kata langsung tapi kalo pake media tulisan jadi lebih lancar, selancar jalan tol cipularang hehe..

Hal-hal seperti itulah yang kadang membuat sebagian orang menggunakan media tulisan untuk mengungkapkan apa yang ada di hati dan pikirannya. Karena mungkin saja bagi sebagian orang itu menulis adalah sebuah kegiatan yang mengasyikkan dan tentunya sebagai sarana “curhat” si penulis hehe…

Tidak mudah tentunya berteriak, mengungkapkan kesedihan, kepatah hatian, kesenangan, “curhat”, atau menjelaskan pendapat dan pemikiran kita melalui tulisan. Karena itu, menulis menuntut kemampuan berpikir yang memadai. Sebab tulisan adalah wadah yang sekaligus merupakan hasil pemikiran. Melalui tulisanlah penulis mengomunikasikan pikirannya
Menuangkan gagasan atau pemikiran melalui tulisan memang bukan hal yang mudah karena menulis bukan hanya menuangkan apa yang diucapkan atau membahasa tuliskan bahasa lisan saja.

Menulis merupakan kemampuan menggunakan pola-pola bahasa secara tertulis untuk mengungkapkan suatu gagasan atau pesan (Rusyana, 1988:191). Artinya, gagasan yang ada pada penulis disampaikan dengan menggunakan lambang-lambang bahasa yang terpola dan melaluinya pembaca dapat memahami apa yang dikomunikasikan penulis. Bila apa yang dimaksudkan oleh penulis sama dengan yang dimaksudkan oleh pembaca, seseorang dapat dikatakan telah terampil menulis, katanya sih hehe..

Sejujurnya memang menyampaikan sebuah gagasan, pemikiran, ungkapan emosional (bukan hanya marah lho hehe..) lebih elegan menurut saya melalui sebuah tulisan ketimbang misalnya, menggebrak meja, ngomong sana sini tanpa sistematika yang jelas, dan cenderung mengedepankan emosi hehe…

Dan dari beberapa tulisan yang saya baca disalah satu blog, menulis (diikuti sama ngeblog) adalah sarana menuntaskan hasrat narsisme secara lebih sehat dan positif, bener atau ngga, tergantung kita hehe,,

Banjabaru, 15 Oktober 2009, 12.07 Wita.