Tentang Kebaikan…

Apa pun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran.Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati dan nurani.

Berbicara tentang kebaikan memang sepertinya sangat absurd untuk dibicarakan, karena sepertinya memang tidak ada indikatornya, walaupun kadang kita tahu dimana kita dapat merasakan kebaikan itu. Mungkin memang kita tidak memberikan banyak hal buat seseorang namun mungkin hanya sebuah kebaikan yang bisa kita berikan untuk orang-orang disekitar kita, entah apapun bentuknya itu namun mungkin itu yang bisa kita lakukan buat orang-orang di sekitar kita. Seperti ada kata-kata bijak sebaik-baiknya orang adalah orang yang berguna buat orang banyak, bener atau ga entah lah, mungkin kita tak akan bisa menilainya.

Tidak semua orang yang melakukan hal baik adalah orang baik. Dan tidak semua orang baik melakukan kebaikan. Tidak semua kebaikan yang dilakukan adalah hal baik. Begitupun semua hal baik yang dilakukan belum tentu adalah sebuah kebaikan.

Meskipun semua orang ingin menjadi baik dan mencari kebaikan, tapi diakui atau tidak diakui, saat ini tidak ada nilai baik yang standar. Nilai baik selalu dilihat dan dicerminkan berdasarkan apa yang di anggap baik oleh si penilai. Biasanya berhubungan dengan ketidakmampuan dan harapan si penilai.

Pertanyaannya adalah, mengapa tidak ada nilai standar baik?, Dan jawabannya adalah, karena baik dan tidak baik bukan sesuatu yang bisa dan bukan sesuatu yang harus dinilai oleh orang yang tidak bersangkutan. Kebaikan pada akhirnya akan mengacu pada ketulusan. Dan saat memahami ini, semua orang pasti setuju bahwa ketulusan hanya bisa diketahui oleh si pelaku itu sendiri.

Dalam kebanyakan hal, kebaikan seharusnya mengacu pada kepentingan orang lain.

Ada orang melakukan kebaikan karena ingin merasa lebih baik dan lebih berguna.
Ada orang melakukan kebaikan karena merasa iba dan merasa lebih.
Ada orang melakukan kebaikan karena merasa tidak tega.
Ada orang melakukan kebaikan karena mencari popularitas dan image.
Ada orang melakukan kebaikan karena kepentingan yang dipolitisir.

Dari alasan yang paling mulia hingga yang paling nista, hampir bisa dikatakan semua kebaikan yang dilakukan adalah demi kepentingan diri sendiri. Kepentingan orang lain hanyalah sebagian kecilnya. Lantas salahkah sebuah kebaikan? Tidak, dengan alasan paling nista sekalipun, sebuah kebaikan tetaplah sebuah kebaikan, meski mungkin bukan hal baik dan tidak dilakukan oleh orang yang baik. Yang salah adalah apabila kita yang sok menilai baik dan buruknya seseorang.

Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda.Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan. Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda.

Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan. Percayalah, orang yang paling tidak baik sekalipun, pasti pernah melakukan satu kebaikan.

Maka, silahkan lakukan banyak kebaikan, tapi tak perlu menilai baik dan buruknya orang lain.

Banjarbaru, 21 November 2009, 23.23 Wita
(terinspirasi dari hujan dan sebungkus nasi kucing hehe..)