Antara Cinta Sejati, Cinta Mati atau Malah Cinta Buta..???

Terkadang kita bertanya pada diri sendiri tentang perasaan seseorang, baik terhadap diri kita sendiri, keluarga, sahabat maupun orang lain. Apakah sebenarnya “Cinta” yang dia berikan, “Cinta Sejatikah, Cinta Mati atau Cinta Buta?”

Cinta emang selalu menyita perhatian kita. Ada di antara kita yang kemudian bahagia dengan cinta, tapi nggak sedikit yang merana karena cinta (kaya lagu dangdut ya hahaha,,).

Itu sebabnya, wajar juga kalo novelis Mira W pernah menyampaikan dalam sebuah novelnya: “Kita boleh hidup dengan cinta, tapi jangan mati karena cinta”.

Hmm.. bisa aja si mba mira neh pernyataannya (hahahaha..). Soalnya banyak juga manusia yang terbius cinta (khususnya cinta kepada lawan jenis, harta, dan juga jabatan) hingga lupa segalanya. Sebab, yang ada dalam benaknya hanyalah cinta, cinta, dan cinta. (ahhh,,,berlebihan kali hahaha…)

Saat kamu cinta buta dengan seseorang,
kamu menganggapnya dia begitu sempurna
hingga menutupi seluruh kekurangan yang ada pada dirinya.

Hmmmmm…

Kalau dipikir-pikir lagi,
sebenarnya perbedaan antara Cinta Buta dan Cinta Sejati
itu tipiiiiiissss banget ya?

Saat kamu mencintai seseorang begitu dalamnya,
kemungkinan besar kamu akan mencoba memahami kekurangannya.
Di saat itu.. apakah kamu mencintainya secara buta
atau memang hanya mencintai dia apa adanya?

Saat dia melakukan kesalahan dan kamu memaafkannya,
karena namanya manusia memang tak pernah lepas dari kesalahan,
apakah itu berarti mencintainya secara buta
atau mencintai apa adanya?

Atau saat kamu menganggapnya begitu sempurna
sehingga tak ada yang mampu menggantikan kehadirannya,
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?

Sampai sejauh mana kita bisa mencintai apa adanya
tanpa harus membutakan mata?

Apakah mungkin seseorang mencintai apa adanya tanpa menjadi buta?
Ataukah mencintai secara buta berarti juga mencintai apa adanya?

Barangkali dari banyak hal diatas itu yang disebut cinta buta bukan cinta mati apalagi cinta sejati hahaha…😛

Misal, semua teman saya “membencinya”, kecuali saya . Meskipun dalam hati pun tahu bahwa ia selalu menuntut perhatian saya tapi tak pernah memberi, dan gemar “tepe2” dengan siapa pun yang dianggapnya menarik, dan saya tak sanggup berpisah dengannya. Pesonanya sungguh membuat hati saya meleleh (es krim kaleeee ahh..hahaha) dan sulit melihat kenyataan betapa brengseknya dia (wwwkkkk…).

Dan tentunya saya harus mulai berpikir dengan sungguh-sungguh.
Tanyakan dalam hati, apakah yang kita harapkan dalam hubungan kita bersamanya.

Ambil waktu untuk merenung sendiri, apa yang saya inginkan dalam dirinya? Apakah dia yang mampu mendukung seluruh kegiatan saya, seseorang yang menghargai saya,?

Apakah ia seorang egois yang tak pernah peduli apa keinginan kita? Apakah ia cenderung menuntut kita untuk memenuhi keinginannya saja?

Lalu coba kita buat daftar mengenai sifat-sifat baik dan sifat-sifat buruknya. Mana yang lebih banyak? Apakah sifat-sifat buruknya bisa dimaafkan, atau merupakan hal prinsipil yang tak dapat dikompromikan lagi (kecuali karena buta jadi hal-hal prinsipil jadi hal biasa malah hahaha)..?? Contohnya, “sering ngorok saat tidur” tentu lebih mungkin dimaafkan daripada “berselingkuh walaupun akhirnya dia meminta maaf”. Tanyakan dengan jujur pada diri kita, sanggupkah hidup dengan sifat buruknya yang mungkin “sudah” permanen itu?

Kembali, jujurlah pada diri, apakah kita merasa Si Dia mencintai kita? Bagaimana ia menunjukkan cintanya pada kita? Dengan kata-katakah atau dengan perbuatankah? Bila kita tidak menemukan bukti-bukti tersebut, mungkin ia memang tidak mencintai kita. Bersikaplah realistis, untuk apa kita berkeras melanjutkan hubungan dengan orang yang tidak “mencintai” atau menginginkan kita?

Cinta buta, Cinta mati, Cinta sejati atau apalah namanya itu, menurut saya tidak bisa dibangun hanya dengan perasaan tapi juga logika dan tentunya realistis…

Dan mungkin juga perlu diingat ada perbedaan mendasar antara suka, sayang dan cinta..tapi tergantung persepsi kita juga hehe…

Ahhh…sudah lah bosan saya dengan yang namanya “cinta”….hehe.. Capeee..dwuehhh…😛

Banjarbaru, 19 Maret 2010, 22.56 Wita
lagi mellow jadi nulis soal cinta hahaha…..