Berpikiran (Perasaan) Positif..??

Menurut penelitian, dalam sehari ada 6500 pikiran yang berseliweran di kepala kita. Pikiran itu bisa positif atau negatif. Nah, seandainya pikiran-pikiran yang bergentayangan (hantuu kale..hehe) tadi kita tangkapin yang negatif terus kita poles menjadi pikiran positif, maka silahkan hitung berapa banyak waktu yang akan kita habiskan untuk aktifitas poles memoles tadi (hehehe…).

Dalam sebuah buku yang pernah sepintas saya baca percaya atau tidak, sikap kita adalah cermin masa lampau kita, pembicara kita di masa sekarang dan merupakan peramal bagi masa depan kita. Maksudnya apa ? Ya, bahwa kondisi masa lalu, sekarang dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana sikap kita sehari-hari. Ingat satu hal, sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun juga bisa menjadi musuh yang paling berbahaya..widiiiww serem.. :))

Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan mau positif apa negatif…hayoo pilih mana..??

W.W. Ziege pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.

Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.

Ingat perkataan Robert J. Hasting, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”.

Lalu pertanyaan besarnya adalah …???

mengapa kita butuh berpikiran (perasaan) positif dan bagaimana caranya agar bisa selalu berperasaan positif?

Kita butuh berperasaan positif agar semua pikiran yang berseliweran tadi selalu mempunyai wadah (hati/perasaan) yang siap menampung, negatif atau positif. Coba perhatikan, kalau hati kita senang nyaman, enak, peristiwa yang tidak menyenangkan jadi lebih ringan, karena wadahnya siap dan enak jadinya. Intinya, dengan berperasaan positif kita bisa lebih siap dan lebih ‘lentur’ bin ‘luwes’ (kaya karet gituu hehe..) dalam menghadapi setiap benturan dari dalam atau luar diri kita.

Nah, gimana mengusahakan agar selalu berperasaan positif? Sering-seringlah menurunkan frekuensi otak dari beta ke alfa zone. Lalu gimana caranya agar bisa mencapai alfa zone? Dianjurkan untuk sholat yang khusyuk, dzikir yang bersungguh-sungguh sepenuh hati, “hadir” di setiap kegiatan, bersyukur di setiap momen, dan masih banyak cara lainnya. Kenapa alfa zone? Karena alfa zone adalah zona di mana pikiran dapat fokus dan pintu untuk mengakses nurani bawah sadar. Di zona ini, tubuh otomatis akan merasa nyaman, tenang, santai,bahagia dan otomatis yang namanya cairan pembuat bahagia dari otak yaitu endorphine dan serotonin; otomatis lancar mengalir…

Sedikit sekali orang menyadari bahwa hukum berpikir itu merupakan realitas terbesar, dengan berpikir kita dapat menyelesaikan berbagai hal. Jika kita dapat memahami kekuatan pikiran, kita akan mengawasi pikiran kita dengan hati-hati agar jangan sampai dimasuki dengan pikiran-pikiran yang tidak kita kehendaki.

Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.

Tetap semangat! Be Positive..!!!

Banjarbaru, 18 April 2010
13.09 Wita