Dua Sisi Hati : Kecewa

Kecewa ? Setiap orang pasti pernah mengalami kecewa dalam hidupnya. Entah kecewa dengan orang tua, saudara, pasangan hidup, kekasih, teman.

Baik itu mengalami keadaan yang tidak mengenakan di rumah, sekolah, tempat kerja atau usaha atau dimanapun anda berada. Mengalami kekecewaan, gue rasa semua orang ngga ada yang mau mengalami hal beginian. Mau marah, protes atau ngumpat-ngumpat, kadang2 tetap aja tidak bisa merubah keadaan. Kadang bikin hati tambah sakit dan kepala tambah pusing kalau memikirkannya.

Kecewa yang menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa yang tidak sesuai dengan kehendak hati atau keinginan atau pikiran kita. Keadaan yang kadang tidak bisa kendalikan atau kita atur sesuai dengan kemauan kita. Kadang kita menjadi merasa tak berdaya akibat kekecewaan ini.

Kecewa karena ortu tidak mau dengar pendapat kita, kecewa karena teman baik kita menghianati kita atau menyakiti hati kita, kecewa karena saudara kita lupa akan janji yang sudah dibuat, kecewa karena pacar terlambat datang, kecewa karena suami atau istri lupa akan hari ulang tahun pasangannya dan kecewa karena teman kantor tidak mau kerja sama dan bemacam-macam kejadian di dalam kehidupan kita yang membuat kita kecewa.

Seringkali kita mengandalkan kekuatan kita atau manusia atas kehidupan kita. Kita kadang merasa kuat atau aman karena ada disekitar orang-orang yang kita cintai. Merasa orang-orang disekitar kita akan selalu menyenangkan kita dan tidak boleh bikin kecewa. Karena perasaan seperti itu maka hati jadi gampang tersinggung dan kecewa bila ada yang tidak sesuai dengan kehendak kita.

Padahal setiap orang punya pribadi yang berbeda dengan dirinya dalam menentukan langkah kehidupan. Apa ngga ngebosenin kalau setiap orang selalu bertindak sesuai dengan keinginan kita. Jadi seperti robot saja, kalau gitu. Hidup untuk menghargai pribadi orang lain sungguhlah penting, supaya orang jangan egois. Dan itulah perlunya sifat memaafkan orang lain, jika orang itu memang tidak sengaja berbuat kesalahan.

Rasa kekecewaan yang berlebihan tentu saja merugikan diri sendiri. Selain selalu dihinggapi perasaan selalu takut disakiti orang lain dan posesif dan suka menutup diri. Cukup dipahami permasalahannya dan kita musti tetap terus maju dalam menjalani kehidupan. Jangan berhenti di satu titik. Life must go on!

Sikap kecewa harus dirubah menjadi sikap optimis, biar hidup ini lebih bisa dinikamati. Dan perjuangan hidup kita bisa lanjutkan untuk mendapatkan yang lebih baik. Maju tak gentar ibarat katanya. Walau memang tidak mudah, apa salahnya dicoba. Toh tidak rugi.

Biarkan Otak mengatasi Hati
Cobalah untuk menenangkan perasaan dengan pemikirian, jika kita menggunakan otak untuk mengatasi perasaan (hati) akan lebih mudah kita melihat jalan yang lebih lurus dan rasional. Biasanya pemikiran rasional akan dapat mengatasi rasa kecewa.

Banjarbaru, 4 April 2010
23.56 Wita