Harga Sebuah Janji

Ga kerasa dah lama mungkin ampir 2 bulanan ga pernah posting di blog dan note fesbuk lagi, maklum kekeringan ide hehe…kalau nulis sih masih sering, tapi nulis tentang kerjaan aja hehe..bukan nulis yang ringan-ringan tentang cerita kehidupan sehari-hari yang dapat diambil pelajarannya..

Hari ini akhirnya dapet lagi sebuah ide untuk menulis lagi setalah lumayan lama vakum, temanya seperti biasa ga jauh dari yang namanya kehidupan saya dan mungkin orang-orang di sekitar kita sehari-hari, kali ini saya disadarkan oleh sepotong kata “janji”, ya kata janji, sepotong kata yang bagi sebagian orang akan menjadi kata sakral atau keramat dan malah berbahaya yang bisa saja jadi alat “bunuh diri” bagi yang sudah terucap kata itu.

Berapakah “harga” sebuah janji dimata kita?

Bagi saya, amat besar!!!. Ya sebagai orang yang “tidak” memiliki apa-apa secara materi baik dalam bentuk harta benda, keunggulan fisik, dukungan “jaringan” sebagaimana yang dimiliki oleh sebagian orang yang beruntung, ditambah dengan posisi sebagai perantau yang tidak bisa menggantungkan diri pada keluarga, saya selalu mengupayakan untuk memenuhi janji. Kenapa? Hanya itu yang saya miliki. Entah akan menjadi apa saya nantinya, jika satu-satunya yang bisa saya pegang tidak lagi saya bisa andalkan.

Namun ternyata berjanji memang lah tidak semudah membalik telapak tangan dan konsekuensi dari sebuah janji kadang lah teramat besar dan kadang saya pribadi pun sering sekali tidak menepati janji entah itu dengan berbagai macam alas an yang terkadang bagi sebagian orang tidak dapat diterima dan akhirnya mendapat sebuah “cap” jelek!!!.

Bagi sebagian orang janji itu harus lah ditepati, namun buat saya janji itu harus lah dipertanggungjawabkan.

Mengapa saya bilang begitu ?

Karena menurutku , bila janji tersebut tidak bisa kita laksanakan karena berbagai alasan , seperti bila pada saat yang dijanjikan kita ada urusan yang lebih penting , atau karena situasi yang tidak mendukung , atau juga hal yang memaksa atau membuat kita tiadk bisa menepati janji itu , namun bukan berarti kita menelantarkan atau membiarkan janji itu begitu saja .

Kita harus mempertanggungjawabkannya ! Janji itu bisa kita ganti dilain waktu , dilain situasi , dilain tempat , atau diganti dengan hal lain . Tapi kita seharusnya tidak diperbolehkan untuk melanggar janji secara terus menerus . Akan lebih baik kita untuk menepati janji yang kita buat .

Janji juga bisa dianggap sebagai langkah kecil, semacam proses, yang jika kita tidak lewati maka kita tidak akan bergerak kemana-mana, setiap lari dimulai dari langkah kecil, setiap jarak yang terbentang di mulai dari satu jengkal, setiap meter akan dimulai dari satu mili, kemudian satu cm, kemudian satu meter kemudian satu kilometer dan seterusnya, maka janji sebenarnya mau tidak mau harus ditepati, tanpa menepatinya maka kita takkan bergerak kemana-mana, tak akan maju tak akan mundur, kita akan diam di tempat.

Namun janji yang ditepati juga mungkin tidak akan membawa kita pada kesenangan, kesuksesan, bahkan janji yang kita tepati mungkin malah akan membawa kita pada kesulitan, pada masalah baru, pada kegalauan baru. Tapi, tanpa menepati janji itu, semua akan tetap sama, dengan menepati janji, sebesar apapun resikonya, itu berarti kita maju, kita berjalan, melangkah menuju sesuatu, bukankah makna hidup itu berarti maju, maju untuk mencoba, maju untuk memulai.

Tapi ada hal yang mungkin saya tidak boleh lupakan, dan Yang Di-Atas telah mengajari saya secara langsung untuk memahaminya. Bahwa ada komponen lain diluar kerja keras dalam berkomitmen yang harus tetap kita ingat. Komponen tersebut adalah Kehendak-Nya.

Saya pun bukan lah orang sempurna yang selalu menepati janji, bahkan cenderung banyak tidak menepati janji, itu sebuah kelemahan dan kelalaian yang entah disengaja atau tidak, namun semuanya kembali ke kita sendiri untuk memperbaiki kelemahan itu, janji memang mudah terucap namun yang lebih penting adalah cara kita dan usaha kita untuk memenuhinya walau mungkin nantinya tidak akan tertepati…

Semoga menjadi bahan renungan…

Banjarbaru
Jumat, 26 Februari 2010,
22.56 Wita.