Merubah cara pandang

Didalam kondisi yang semakin sulit ini begitu banyak keluhan, umpatan dan segala hal yang kurang menyenangkan yang selalu kita dengar didalam pergaulan kita sehari-hari. Terkadang yang lebih sadis lagi menyalahkan orang lain atau keadaan dari apa yang kita alami. Padahal sebagian orang lainnya tersenyum dan begitu bahagia melihat kondisi yang terjadi. Hal tersebut bukan karena mereka juga tidak terkena dampak dari kondisi tersebut, tapi melainkan karena cara pandang mereka yang berbeda dengan kebanyakan orang.

Robert T. Kiyosaki pernah mengatakan bahwa “ yang membedakan antara orang kaya dan orang miskin adalah cara pandangnya melihat sesuatu.” Walaupun keduanya saat itu masih sama-sama miskin. Sebagai contoh kalimat orang-orang yang berpikir miskin adalah “ saya sulit melakukan hal ini, namun kalimat orang yang berpikir kaya “ saya akan terus melakukannya sampai saya akan mendapatkannya.”

Cara pandang inilah yang memang kita harus merubahnya apabila kita ingin sukses. Banyak contoh yang telah dilakukan orang yang akhirnya kita baru menyadari bahwa hal itu mempunyai nilai dan sangat berarti. Contoh kecil dari penjelasan diatas adalah “ ketika kita melihat musim rambutan yang begitu lebat di daerah kita, kita hanya mampu menjual antara 5000 s/d 7000 perikat, bahkan sebagian lagi terbuang atau busuk, namun dengan sebuah pemikiran di luar sana yang luar biasa bisa mencapai puluhan ribu hanya dengan mengkalengkannya dan memberi label menjadi sebuah produk yang mendunia dan mampu membuat kekayaan yang tak ternilai.

Apa sebenarnya yang terjadi????

Adalah sebuah cara pandang dalam melihat sesuatu didalam diri kita yang harus kita rubah, begitu banyak orang sukses melihat semua masalah adalah peluang, melihat kendala adalah jalan yang baik dan melihat kelemahan adalah kelebihan.

Sebuah cerita singkat dan terkadang ini sering terjadi ditengah kita, “ pada suatu ketika disebuah rumah, berkumpullah sebuah keluarga yang sedang asyik menonton televisi dan sebagian lagi sibuk dengan aktifitasnya masing-masing, dan tiba-tiba lampu dari PLN mati, semua orang teriak “ lampu mati!!, lampu mati!!!!, lampu mati!!! Bahkan tidak ada satu orangpun yang berinisiatif untuk mencari lilin dan menghidupkannya sehingga rumah yang gelap menjadi terang untuk sementara menunggu listrik dari PLN hidup kembali.”

Mungkin itulah kita yang selalu melihat sesuatu dari masalahnya saja tanpa mau atau melihat bagaimana mengatasi masalah sehingga teriakan dan keluhan sampai kepada umpatan yang seharusnya tidak perlu kita ucapkan pun keluar.

Bukan hanya secara fisik. Bukan hanya secara mental. Bukan hanya pertengkaran mulut, dimana kita kadang tidak mempunyai kemampuan untuk melihatnya. Dan juga tentu saja berbicara secara fisik atau dengan logika, dia sendiri, atau siapa saja juga seorang manusia. Dia juga memiliki masalahnya sendiri dan terkadang dalam suasana hati yang kurang baik lalu melemparkannya kepada siapa saja yang berada di dekatnya.

Jadi, maafkan dia dan jangan bertengkar dengannya. Tenang saja, berdoa. Kadang dia hanya mengeluarkan isi hatinya dan kemudian merasa sangat tolol. Karena jika Anda tidak menjawab atau tidak bereaksi mungkin saja dia akan merasa tidak enak hati dan datang meminta maaf.
Cobalah untuk mengubah cara pandang kita. Tentu saja ini akan menambah tekanan dalam pekerjaan. Ubahlah cara berpikir kita daripada pindah pekerjaan atau mengubah orang tersebut.

Berusahalah, kita tidak pernah tahu: Kadang kita memiliki karma yang lebih baik dengan seseorang dan kadang kala tidak. Kita hanya harus berusaha sampai semuanya menjadi cocok
Perlu kita sadari bahwa dari kondisi yang terjadi dirumah tersebut maka berdirilah sebuah pabrik pembuat lilin yang dapat menghidupi ribuan karyawan dan memberi makan ratusan keluarga, jadi setiap masalah pasti mengandung potensi kreatif baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Penting bagi kita untuk tidak meratapi masalah namun mencari hal positif dari masalah tersebut.

Untuk itu …

Janganlah melihat berapa besar masalah yang sekarang kita hadapi, namun ubahlah cara pandang kita dalam melihat masalah tersebut sehingga mendapat manfaat dan keluar dari masalah tersebut, rubah pandangan kita terhadap orang lain yang mungkin selama ini salah, sehingga kita begitu senang dan bahagia dimanapun kita berada, serta semua orang akan merasakan kebahagian ketika kita ada ditengah mereka, PERCAYALAH!!!
Selamat berjuang …

Banjarbaru, 13 April 2010
12.56 Wita.